Harga Minyak Tiarap di Level Terendah Hampir 20 Tahun- PT Solid Gold
PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Harga minyak mentah terjerat dalam krisis dan menyentuh level terendahnya dalam hampir dua dekade setelah Arab Saudi mengisyaratkan eskalasi perang harga dengan Rusia.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terperosok 24 persen dan berakhir di level US$20,37 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu, level terendahnya sejak Februari 2002.
Harga minyak kini lebih murah ketimbang pada masa krisis keuangan global, ketika ekonomi dunia sebagian besar terhenti selama beberapa hari. Beberapa pedagang mengatakan tingkat permintaan bisa turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Sejalan dengan WTI, minyak Brent merosot 10 persen dan ditutup di level US$24,88 per barel di ICE Futures Europe Exchange, terendah sejak 2003. Harga bensin, minyak diesel, dan bahan bakar jet pun melemah.harga minyak meluncur ke bawah level US$25 per barel untuk pertama kalinya sejak 2003 di London setelah kerajaan Saudi bersumpah untuk terus memproduksi minyak pada rekor tertinggi selama beberapa bulan mendatang.
Selama 10 hari terakhir, Riyadh telah mengeluarkan banyak pernyataan yang meningkatkan pertaruhan terkait perang harga minyaknya dengan Moskow, di antaranya dengan mengumumkan produksi dan diskon harga besar-besaran.
Saudi berjanji untuk memompa produksi selama beberapa bulan mendatang, dan harga pun terjun bebas.Harga minyak kini telah turun lebih dari 45 persen sejak pembicaraan antara anggota aliansi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) untuk lebih lanjut memangkas produksi dan mengatasi penurunan permintaan akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19) gagal dilakukan.
Apa yang kita lihat di sini pada dasarnya adalah setara dengan bom atom di pasar minyak,” ujar Louise Dickson, seorang analis di Rystad Energy A/S. Setiap hari tampaknya ada pintu jebakan lain di bawah harga minyak, dan kami memperkirakan harga akan terus bergolak sampai keseimbangan biaya tercapai dan produksi ditutup, terangnya.
Menurut sebuah pernyataan, Kementerian Energi Saudi "mengarahkan Saudi Aramco untuk terus memasok minyak mentah di level 12,3 juta barel per hari selama beberapa bulan mendatang".
Sementara itu, Rusia sejauh ini telah menunjukkan pihaknya siap untuk menyerap dampak dari langkah tersebut, meskipun untuk pertama kalinya pada Rabu negara ini mengakui lebih menyukai harga yang lebih tinggi. Namun begitu, tak banyak yang melihat baik pihak Moskow maupun Riyadh akan berbalik posisi.
Arab Saudi ingin menjaga tekanan tetap tinggi,” tutur analis komoditas UBS Giovanni Staunovo. Saya lihat Saudi ingin memberi begitu banyak tekanan pada Rusia dan produsen lain, agar akhirnya dapat memiliki kesepakatan produksi baru pada tahap selanjutnya. Kebijakan ini mungkin menyebabkan banyak kerugian di antaranya papar Staunuvo. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terperosok 24 persen dan berakhir di level US$20,37 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Rabu, level terendahnya sejak Februari 2002.
Harga minyak kini lebih murah ketimbang pada masa krisis keuangan global, ketika ekonomi dunia sebagian besar terhenti selama beberapa hari. Beberapa pedagang mengatakan tingkat permintaan bisa turun lebih dari 10 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Sejalan dengan WTI, minyak Brent merosot 10 persen dan ditutup di level US$24,88 per barel di ICE Futures Europe Exchange, terendah sejak 2003. Harga bensin, minyak diesel, dan bahan bakar jet pun melemah.harga minyak meluncur ke bawah level US$25 per barel untuk pertama kalinya sejak 2003 di London setelah kerajaan Saudi bersumpah untuk terus memproduksi minyak pada rekor tertinggi selama beberapa bulan mendatang.
Selama 10 hari terakhir, Riyadh telah mengeluarkan banyak pernyataan yang meningkatkan pertaruhan terkait perang harga minyaknya dengan Moskow, di antaranya dengan mengumumkan produksi dan diskon harga besar-besaran.
Saudi berjanji untuk memompa produksi selama beberapa bulan mendatang, dan harga pun terjun bebas.Harga minyak kini telah turun lebih dari 45 persen sejak pembicaraan antara anggota aliansi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC+) untuk lebih lanjut memangkas produksi dan mengatasi penurunan permintaan akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19) gagal dilakukan.
Apa yang kita lihat di sini pada dasarnya adalah setara dengan bom atom di pasar minyak,” ujar Louise Dickson, seorang analis di Rystad Energy A/S. Setiap hari tampaknya ada pintu jebakan lain di bawah harga minyak, dan kami memperkirakan harga akan terus bergolak sampai keseimbangan biaya tercapai dan produksi ditutup, terangnya.
Menurut sebuah pernyataan, Kementerian Energi Saudi "mengarahkan Saudi Aramco untuk terus memasok minyak mentah di level 12,3 juta barel per hari selama beberapa bulan mendatang".
Sementara itu, Rusia sejauh ini telah menunjukkan pihaknya siap untuk menyerap dampak dari langkah tersebut, meskipun untuk pertama kalinya pada Rabu negara ini mengakui lebih menyukai harga yang lebih tinggi. Namun begitu, tak banyak yang melihat baik pihak Moskow maupun Riyadh akan berbalik posisi.
Arab Saudi ingin menjaga tekanan tetap tinggi,” tutur analis komoditas UBS Giovanni Staunovo. Saya lihat Saudi ingin memberi begitu banyak tekanan pada Rusia dan produsen lain, agar akhirnya dapat memiliki kesepakatan produksi baru pada tahap selanjutnya. Kebijakan ini mungkin menyebabkan banyak kerugian di antaranya papar Staunuvo. - PT SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
PT Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
PT Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
PT Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
PT Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
PT Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
PT Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
PT Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
PT Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
PT Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar