WHO : Banyak Negara dalam Jalur Berbahaya Tangani Covid-19 - Solid Gold Berjangka
SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dunia sekarang berada pada titik kritis dalam pandemi COVID-19 dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya, dalam menangani kasus covid-19 di wilayahnya.
Kita berada pada titik kritis dalam pandemi COVID-19, terutama di belahan bumi utara," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers seperti dilansir dari Channel News Asia.
Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang berbahaya." Tambahnya.
Dia mendesak para pemimpin untuk segera mengambil tindakan, untuk mencegah kematian yang tidak perlu lebih lanjut, layanan kesehatan penting dari runtuh dan sekolah-sekolah ditutup lagi. Peringatan itu pernah dikatakannya pada bulan Februari dan dia ulangi hari ini.
Tedros mengatakan terlalu banyak negara yang sekarang mengalami peningkatan infeksi secara eksponensial, "dan itu sekarang mengarah melonjaknya pasien di rumah sakit dan unit perawatan intensif.
Dia mengatakan negara-negara harus mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran virus dengan cepat, meningkatkan pengujian, melacak kontak orang-orang yang terinfeksi dan mengisolasi mereka yang berisiko menyebarkan virus. Bahkan bagi beberapa negara yang kasusnya terus meningkat, akan diimbau untuk lockdown.
Beberapa negara di Eropa melaporkan tingkat infeksi lebih tinggi daripada selama gelombang pertama pandemi pada Maret dan April, dimana Spanyol sekarang memiliki lebih dari tiga juta kasus.
Pemerintah di seluruh benua memberlakukan pembatasan baru yang mendesak pada kehidupan sehari-hari, misalnya Prancis memperpanjang jam malam untuk 46 juta warganya, dan Irlandia memberlakukan lockdown lagi.
Meningkatnya infeksi COVID-19 menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat, dengan sebagian besar negara memiliki situasi epidemiologis yang sangat mengkhawatirkan," kata Andrea Ammon, direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Badan tersebut mengatakan semua negara Uni Eropa kecuali Siprus, Estonia, Finlandia dan Yunani termasuk dalam kategori "perhatian serius", seperti halnya Inggris, yang kasusnya naik dari hanya tujuh bulan lalu.
Di seluruh dunia, COVID-19 kini telah merenggut nyawa 1,1 juta orang - sekitar seperlima di Amerika Serikat dan menginfeksi hampir 42 juta orang. - SOLID GOLD BERJANGKA
Baca Juga :
Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka
Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
Solid Gold Berjangka | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
Solid Gold Berjangka | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
Solid Gold Berjangka | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
Solid Gold Berjangka | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
Solid Gold Berjangka | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
Solid Gold Berjangka | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold Berjangka | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
Solid Gold Berjangka | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
Solid Gold Berjangka | Harga Emas Anjlok
Solid Gold Berjangka | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
Solid Gold Berjangka | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
Solid Gold Berjangka | Olein Akan Meningkat di 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar