Siap-Siap, Rupiah Ketiban Berkah Dana Asing Pasca Pilpres AS - Solid Gold
SOLID GOLD PALEMBANG - Won Korea Selatan dan rupiah Indonesia akan menjadi dua penerima manfaat terbesar jika arus investor asing kembali ke negara berkembang Asia, setelah peristiwa berisiko pemilihan presiden (Pilpres) AS usai pada 3 November 2020.
Menurut studi Bloomberg tentang skor-Z yang mengukur arus masuk modal selama 12 bulan dan membandingkannya dengan rata-rata 5 tahun dengan memperhitungkan penilaian mata uang dan fundamental ekonomi.
Arus masuk portofolio saham Korea Selatan memiliki skor Z negatif 2,3. Dalam kasus Indonesia, aliran obligasi memiliki skor-Z minus 2,9.Proyeksi rebound kembalinya dana asing ke rata-rata lima tahun akan bernilai 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan, dan 1,1 persen dari PDB untuk Indonesia.
Pasar modal negara berkembang hampir tidak menerima arus masuk portofolio bersih sejak Covid-19 mengganas, karena investor mengejar ekuitas AS, saham teknologi global, dan bursa China.
Namun demikian, masih ada harapan dana masuk, karena srus masuk hampir US$100 miliar ke pasar negara berkembang setelah Krisis Keuangan Global tahun 2008.
Tanda-tanda bahwa Korea Selatan pulih dari resesi yang dipicu pandemi serta lonjakan ekspor terbesar sejak 1986 menjadi penyebab menariknya aset negara Mengingat kekuatan dalam ekonomi Korea dan pasar saham dan kurangnya arus masuk sejauh ini, permulaan arus masuk asing dapat memberikan won Korea dorongan lagi,” kata Nader Naeimi, head of dynamic markets AMP Capital Investors Ltd. di Sydney.
Won mungkin mendapat keuntungan lebih dari dolar Taiwan - penerima manfaat potensial lainnya berdasarkan nilai-Z - dari pemulihan arus karena kesenjangan penilaian yang tersisa antara kedua mata uang.
Nilai tukar efektif riil mata uang Korea Selatan (REER) masih 1 persen di bawah rata-rata lima tahunnya, dan dolar Taiwan lebih dari 4 persen. Meskipun dianggap sebagai pemain berpenghasilan rendah di Asia, won juga memiliki keunggulan hasil atas mata uang Taiwan.
Jalan Indonesia menuju peningkatan arus asing terlihat lebih rumit. Negara berisiko terjebak dalam lingkaran setan di mana bank sentral membiarkan kondisi moneter lokal longgar.
Hal itu bertujuan untuk mendorong lembaga lokal membeli obligasi guna mengimbangi kekurangan aliran luar negeri. Upaya tersebut diperkuat dengan pembelian obligasi oleh bank sentral, sehingga menimbulkan risiko depresiasi mata uang, yang pada akhirnya membuat utang dalam negeri menjadi kurang menarik bagi asing.
Indonesia sedang mencoba untuk memperpendek ini dengan mempertahankan mata uang, dan menahan diri dari pemotongan suku bunga kebijakan. Strategi tersebut akhirnya tampaknya membuahkan hasil, meskipun sebagian besar keberhasilannya baru-baru ini mungkin dapat dikaitkan dengan kelemahan terus-menerus dalam dolar AS.
Rupiah Indonesia saat ini berada sekitar 3 persen di bawah rata-rata REER lima tahunnya, dibandingkan dengan 3 persen di atas baht Thailand - penerima manfaat potensial lainnya dari arus masuk obligasi dalam studi ini.Obligasi Indonesia juga menawarkan keuntungan hasil riil 3,5 persen dibandingkan dengan Thailand, berdasarkan prakiraan inflasi dari para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg.
Namun, secara lebih umum, prospek penyebaran vaksin secara luas mungkindiperlukan untuk mengubah sentimen secara tegas terhadap Indonesia.Keyakinan terhadap negara tersebut sampai saat ini telah diguncang oleh kesulitannya dalam mengendalikan pandemi Covid-19 karena negara tersebut memiliki wabah terbesar di Asia Tenggara, tetapi mendekam di peringkat 158 dalam tabel pengujian Worldometer.
Pada penutupan perdagangan Selasa rupiah menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.625 per dolar AS. Sepanjang tahun berjalan, harga koreksi 5,47 persen- SOLID GOLD
sumber : bisnis market
Baca Juga :
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
Solid Gold | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
Solid Gold | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
Solid Gold | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
Solid Gold | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
Solid Gold | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
Solid Gold | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
Solid Gold | Harga Emas Anjlok
Solid Gold | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
Solid Gold | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
Solid Gold | Olein Akan Meningkat di 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar