Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 30 Agustus 2021 - 19 di Hapus - PT Solid Gold
SOLID GOLD PALEMBANG - Mata uang rupiah berpeluang menguat di tengah sentimen pelemahan dolar AS seiring dengan rencana tapering Federal Reserve.
Bank Sentral AS juga tidak akan buru-buru menaikkan suku bunga. Mata uang rupiah ditutup stagnan di tengah pelemahan dolar AS jelang pidato Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada Jumat.
Rupiah parkir di level Rp14.417,50 pada akhir perdagangan pekan lalu atau cenderung stagnan dibandingkan penutupan sebelumnya.
Rupiah gagal menguat saat indeks dolar AS melemah 0,08 persen menjadi ke 92,99.Sementara itu, mata uang Asia lainnya cenderung meningkat. Yuan China naik 0,04 persen, won Korea Selatan naik 0,09 persen, ringgit Malaysia naik 0,13 persen, dan baht Thailand naik 0,31 persen.
Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan dolar AS turun di siang hari Jumat di tengah sikap pelaku pasar yang menantikan pidato Gubernur The Federal Reserve, Jerome Powell, pada simposium Jackson Hole malam hari nanti.
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada hari Jumat bahwa ekonomi AS terus membuat kemajuan menuju tolak ukur Federal Reserve untuk mengurangi program darurat di era pandemi.
Dia juga mengatakan bahwa inflasi yang tinggi saat ini kemungkinan akan berlalu dan berhenti memberi sinyal waktu untuk setiap perubahan kebijakan. Mengenai keputusan yang berpotensi diambil oleh The Fed adalah mulai mengurangi pembelian aset bulanan yang sebesar US$120 miliar per bulan, Powell mengatakan bahwa dia setuju dengan mayoritas rekannya bahwa pemangkasan pembelian obligasi dapat dilakukan pada tahun ini.
Direktur MNC Asset Manamagent Edwin Sebayang menyampaikan Bursa AS menguat setelah simposium The Fed, yang artinya terjadi peningkatan terhadap aset berisiko. Alhasil dolar AS sebagai aset aman dijauhi investor, sehingga membuka peluang mata uang lainnya menguat. Hari ini, dia memprediksi rupiah akan bergerak di level Rp14.360-Rp14.500 per dolar AS.
Dalam riset berbeda, Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska menuturkan rupiah menguat sebanyak 0,26 persen terhadap dolar AS pada bulan Juli. Dollar Index (DXY) mengalami penurunan dari level 92.43 menjadi 92.17 pada akhir bulan, seiring dengan pernyataan dari Jerome Powell yang belum akan melakukan tapering dalam waktu dekat serta kebijakan moneter yang masih sama membuat hal tersebut memberikan tekanan pada dolar AS. -
SOLID GOLD
Baca Juga :
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bantah Lakukan Bisnis Tak Wajar
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Serius Bidik Milenial
Solid Gold | Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Luar Biasa Solid Gold Berjangka
Solid Gold | Transaksi Bursa Berjangka Melejit Solid Gold Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Nasabah Baru PT Solid Gold Berjangka Makassar Tumbuh
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Catat Pertumbuhan
Solid Gold | Kinerja Kuartal Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Nasabah PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Signifikan
Solid Gold | Perusahaan Berjangka Solid Gold Bidik Nasabah Milenial
Solid Gold | Kinerja Kuartal 3 Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Kinerja PT Solid Gold Berjangka Tumbuh Dua Ribu Persen Lebih
Solid Gold | Kuartal 3 Harga Emas Stabil Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | Solid Gold Berjangka Ingin Hilangkan Persepsi Negatif
Solid Gold | Kinerja Solid Gold Berjangka Cetak Rapor Biru
Solid Gold | PT Solid Gold Berjangka Bukukan Pertumbuhan Volume Transaksi
Solid Gold | Perang Dagang Buat Emas Berkilau
Solid Gold | Harga Emas Anjlok
Solid Gold | Perdagangan Emas Paling Banyak Diminati Hari Ini
Solid Gold | Komoditas Kopi dan Emas Cukup Signifikan
Solid Gold | Olein Akan Meningkat di 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar