Selasa, 13 Oktober 2020

PT Solid Gold | Pembahasan Stimulus AS Buntu, Rupiah Gagal Lanjutkan Tren Penguatan

    


Pembahasan Stimulus AS Buntu, Rupiah Gagal Lanjutkan Tren Penguatan - PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG  Sentimen negatif dari kebuntuan pembicaraan stimulus lanjutan dinilai menjadi penyebab kinerja mata yang rupiah tertekan pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, rupiah bisa bertahan dan lolos dari koreksi setelah ditutup di level Rp14.700 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, level penutupan rupiah hari ini sama dengan penutupan perdagangan terakhir pada Jumat (9/10/2020). Sepanjang  perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.

Rupiah mampu bertahan dari koreksi di saat mayoritas mata uang Asia tumbang. Untuk diketahui, indeks dolar AS menguat 0,05 persen ke posisi 93,1050 saat
perdagangan di pasar Asia ditutup.

Pelemahan mata uang Asia dipimpin oleh baht Thailand yang melemah 0,18 persen. Pelemahan juga dialami rupe India, ringgit Malaysia, peso Filipina, dan dolarSingapura. Hanya yen Jepang dan won Korea yang mampu menguat terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Berjangka Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah hari ini ditopang oleh respon negatif pelaku pasar terhadap negosiasi paket stimulusterbaru di AS yang gagal.

Sebelumnya harapan investor sempat meningkat setelah Presiden Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun pada hari Jumat selama pembicaraan dengan Ketua DPR Nancy Pelosi, mendekati US$2,2 triliun dari proposal partai Demokrat.Namun, tawaran Trump membuat kesal Partai Republik, banyak di antaranya enggan menambah tumpukan utang, dan berpotensi merugikan partainya untuk mendapatkan dukungan kritis dalam pemilihan presiden 3 November.

Ibrahim memperkirakan pada perdagangan besok, besok mata uang rupiah kemungkinan akan fluktuatif. Namun, peluang terjadinya penguatan terbatas masih cukup terbuka.

Sementara itu, faktor domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah kembali berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi setelah 2 pekan PSBB total. 

Di samping itu Kementerian Kemaritiman dan Investasi mengungkapkan program vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada awal November 2020. Indonesia akan mengandalkan kerja sama pengadaan vaksin dengan China dalam program vaksinasi.Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk segera memaparkan terkait petajalan atau roadmap vaksinasi Covid-19.

Presiden Jokowi sebelumnya juga sempat memerintahkan jajarannya untuk membuat detail rencana vaksinasi. Dengan demikian, saat vaksin telah ada, pelaksanaan di lapangan dapat segera dilakukan. - PT SOLID GOLD 

Baca Juga : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar